rumahhijaurakyat.com, BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menegaskan komitmennya dalam mempercepat penyelesaian persoalan air bersih melalui agenda besar Transformasi PTMB 2026. Program strategis ini disampaikan dalam konferensi pers oleh Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, sebagai upaya memastikan layanan air bersih di Kota Balikpapan semakin andal, merata, dan responsif.
Transformasi PTMB 2026 tidak hanya berupa perubahan administratif, melainkan perbaikan menyeluruh dari hulu ke hilir. Fokus program diarahkan pada peningkatan produksi, efisiensi distribusi, pengurangan kebocoran, serta penguatan sistem layanan berbasis digital. Seluruh langkah tersebut ditujukan agar pasokan air lebih stabil hingga ke pelanggan terjauh dan penanganan gangguan dapat dilakukan lebih cepat.
Dalam pemaparannya, manajemen PTMB mencatat produksi air mencapai 46,6 juta meter kubik dengan cakupan layanan stabil di angka 79,32 persen. Meski demikian, perusahaan menilai masih diperlukan akselerasi karena sejumlah wilayah masih menghadapi tekanan air rendah dan suplai yang belum optimal. Tahun 2026 pun ditetapkan sebagai fase percepatan peningkatan layanan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah optimalisasi Waduk Manggar guna meningkatkan kapasitas produksi air baku. Selain itu, PTMB juga menyiapkan eksplorasi sumur dalam sebagai cadangan strategis, khususnya di wilayah Timur dan Utara, guna menjaga ketahanan pasokan saat musim kemarau maupun menghadapi pertumbuhan kebutuhan kota.
Di sektor distribusi, PTMB menggulirkan program “Perang Melawan Kebocoran” dengan target menurunkan tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water) hingga 28,48 persen. Upaya ini dibarengi penggantian lebih dari 32.500 meter pelanggan untuk meningkatkan efisiensi jaringan.
“Setiap tetes air yang berhasil kita selamatkan adalah tambahan pasokan bagi warga. Karena itu, pengurangan kebocoran menjadi strategi yang paling rasional dan berdampak langsung,” ujar Yudhi dalam keterangannya.
Selain itu, perusahaan juga menargetkan penambahan sambungan rumah baru, terutama bagi wilayah prioritas dan masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerataan akses air bersih di Kota Balikpapan.
Penguatan sistem digital turut menjadi perhatian dalam transformasi ini. PTMB mengembangkan sistem terintegrasi berbasis satu sumber data guna mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan akurasi pelayanan. Digitalisasi pelaporan pelanggan juga diharapkan dapat memangkas waktu respons terhadap keluhan masyarakat.
“Kami ingin perubahan ini dirasakan secara nyata. Air mengalir dengan tekanan lebih stabil, informasi gangguan lebih transparan, dan laporan pelanggan langsung ditindaklanjuti. Transformasi ini adalah komitmen kami untuk bekerja lebih cepat dan lebih presisi,” tegas Yudhi.
Melalui Transformasi PTMB 2026, perusahaan daerah ini berharap persoalan air bersih dapat diselesaikan secara sistematis dan berkelanjutan. PTMB juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas air dan aktif melaporkan kebocoran sebagai bagian dari sinergi membangun ketahanan air Kota Balikpapan. (***rud)
Tulis Komentar