rumahhijaurakyat.com, Balikpapan - Menjelang peringatan Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember 2025, geliat persiapan mulai terlihat di tubuh National Corruption Watch (NCW) Pusat. Lembaga ini tengah merampungkan berbagai agenda edukasi dan kampanye yang akan digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari komitmen mereka menanamkan nilai integritas dan budaya antikorupsi di masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bentuk dukungan nyata NCW terhadap upaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memperluas pendidikan pencegahan korupsi di seluruh Indonesia.
Ketua NCW Pusat, Munawar Hasan, menyampaikan bahwa peringatan tahunan ini selalu menjadi momen penting untuk memperkuat pesan moral tentang bahaya korupsi. Ia menegaskan bahwa pihaknya kembali menjalin kolaborasi dengan KPK, yang selama ini menjadi mitra utama NCW dalam berbagai program pendidikan publik.
“Setiap peringatan Hari Antikorupsi, kami selalu bersinergi dengan KPK. Mereka hadir sebagai narasumber dan pendamping, karena tujuan kami sejalan: memperluas edukasi integritas hingga ke berbagai lapisan masyarakat,” ujar Munawar, Sabtu (22/11/2025).
Munawar juga mengingatkan bahwa aktivitas NCW sempat terhenti selama dua tahun akibat pembatasan pandemi Covid-19. Namun setelah kondisi dinyatakan kondusif, lembaganya bangkit kembali dengan konsep yang lebih matang dan jangkauan kegiatan yang lebih luas.
“Banyak agenda yang sempat tertunda. Karena itu tahun ini kami berupaya mengejar ketertinggalan dengan menghadirkan kegiatan yang lebih variatif dan menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat,” jelasnya.
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan NCW akan melibatkan berbagai unsur—mulai dari Pemerintah Kota Balikpapan, OPD, DPRD, komunitas pegiat antikorupsi, masyarakat umum, hingga pelajar. Menurut Munawar, pelibatan pelajar bukan sekadar formalitas, tetapi bagian penting dari upaya menanamkan nilai integritas sejak usia dini.
“Pelajar adalah calon pemimpin masa depan. Jika mereka dibekali pemahaman etika dan moral publik sejak awal, maka harapan kita terhadap masa depan yang lebih bersih akan lebih kuat,” tambahnya.
Tahun ini, NCW merancang paket kegiatan yang cukup lengkap: kampanye publik, seminar, dialog interaktif, edukasi lapangan, hingga aksi sosial berbasis komunitas. Tiap kegiatan dirancang untuk membahas upaya pencegahan dini serta penguatan integritas di berbagai sektor, baik pemerintahan maupun masyarakat luas.
Selain edukasi publik, NCW juga mendorong setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memperkuat sistem internal, sebagai langkah menutup berbagai celah potensi korupsi. Pengawasan berbasis partisipasi masyarakat pun menjadi salah satu fokus utama.
“Pesan besar peringatan tahun ini adalah bahwa integritas tidak boleh berhenti pada tataran formal pemerintahan. Ini harus melekat pada perilaku sehari-hari,” tegas Munawar.
Dengan sederet kegiatan yang tengah disiapkan, NCW berharap peringatan Hari Antikorupsi Sedunia kali ini dapat menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen kolektif melawan korupsi. Munawar menegaskan bahwa memberantas korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum, tetapi kewajiban moral seluruh bangsa.
“Korupsi merusak tatanan sosial, menghambat pembangunan, dan melemahkan kepercayaan publik. Karena itu, gerakan antikorupsi harus tumbuh dari kesadaran bersama,” pungkasnya. (mn)
Tulis Komentar