Muswil PKB Kaltim Dorong Pembaruan Kader, Perkuat Basis Rakyat, dan Targetkan 11 Kursi DPRD

$rows[judul]

rumahhijaurakyat.com, Balikpapan — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada Senin (8/12/2025) di Hotel Grand Senyiur Balikpapan. Agenda ini menjadi momentum konsolidasi penting bagi PKB Kaltim untuk memperkuat struktur kepartaian sekaligus menyusun strategi menuju Pemilu 2029.


Muswil berlangsung hangat dan dihadiri ratusan peserta. Hadir Wakil Ketua Umum DPP PKB, Prof.Dr.M. Hanif Dhakiri, M. S.i, yang membuka kegiatan secara resmi. Selain itu tampak pula sejumlah tokoh PKB dari berbagai tingkatan, mulai dari anggota DPR RI, pimpinan DPRD Kaltim, anggota fraksi PKB se-Kaltim, ketua DPD kabupaten/kota, jajaran Dewan Syuro, pengurus PBNU, kader Garda Bangsa, Satgas PKB, simpatisan, hingga undangan dari berbagai organisasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Hanif Dhakiri menekankan bahwa PKB harus terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Menurutnya, pembaruan kader adalah kunci agar partai tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kader PKB harus terus memperbaharui dirinya sehingga dapat terus tumbuh dan berkembang,'  ujarnya di hadapan peserta Muswil.

Hanif menguraikan bahwa sejak awal berdiri, PKB dibangun di atas tiga prinsip utama: agama, kebangsaan, dan akar rakyat. Tiga prinsip inilah yang membedakan PKB dari partai lain dan menjadi fondasi perjuangan politiknya.

“PKB lahir dari nilai keagamaan, menjunjung tinggi semangat kebangsaan, serta harus selalu dekat dengan rakyat. Inilah karakter PKB yang tidak boleh hilang,” tegasnya.

Hanif Dhakiri juga menyinggung capaian PKB Kaltim pada pemilu sebelumnya. Dengan modal 6 kursi di DPRD Kaltim, ia menilai PKB memiliki peluang besar untuk memperluas pengaruhnya di daerah. Oleh sebab itu, PKB Kaltim diminta menargetkan 11 kursi pada Pemilu 2029.

Tak hanya di tingkat daerah, secara nasional Hanif menyampaikan bahwa PKB memasang target ambisius untuk meraih 100 kursi DPR RI pada Pemilu 2029. Menurutnya, target ini bukan sekadar angka, tetapi simbol tekad PKB untuk mengambil peran lebih besar dalam politik nasional.

Selain pembahasan strategi politik, Muswil juga menyoroti isu-isu sosial yang menjadi perhatian PKB. Letua DPW  PKB Kaltim, Syafruddin, S. Pd,  menekankan pentingnya keberpihakan partai kepada masyarakat, terutama di tengah meningkatnya bencana di berbagai wilayah.

"Kader-kader PKB harus mampu mewujudkan manifesto partai, dan yang terpenting adalah keberpihakan kepasa masyarakat. Kita harus peduli, apalagi banyak bencana terjadi akhir akhir ini," ujarnya. 

Syafruddin, menyampaikan bahwa sebagai bentuk kepedulian, PKB telah menyalurkan bantuan senilai Rp. 5 miliar untuk penanganan berbagai bencana di tanah air. Ia berharap semangat kepedulian sosial ini semakin kuat di tubuh PKB, khususnya di Kaltim.

Muswil PKB Kaltim tahun ini menjadi ruang bagi seluruh kader untuk melakukan evaluasi kinerja, memperkuat struktur organisasi, dan merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Dengan hadirnya berbagai elemen PKB dari pusat hingga daerah, Muswil berlangsung sebagai ajang konsolidasi besar yang mempertemukan gagasan serta energi baru.

Selain menetapkan garis perjuangan dan arah kebijakan lima tahun ke depan, forum ini juga memperkuat jejaring antarkader di seluruh kabupaten/kota se-Kaltim. Diskusi-diskusi internal menyoroti berbagai isu strategis seperti pembangunan daerah, peluang ekonomi, serta tantangan sosial masyarakat Kaltim menjelang pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sejalan dengan semangat pembaruan, PKB Kaltim menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi partai yang dekat dengan rakyat. Melalui nilai-nilai keagamaan, komitmen kebangsaan, dan keberpihakan pada persoalan nyata masyarakat, PKB berharap dapat semakin dipercaya sebagai representasi politik masyarakat Kaltim.

Dengan target besar di depan mata, Muswil PKB Kaltim diharapkan mampu menjadi titik awal konsolidasi yang lebih kuat menuju pemilu mendatang. Kader dituntut tidak hanya solid secara internal, tetapi juga hadir di tengah persoalan masyarakat sebagai wujud nyata politik kerakyatan.(mn)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)