Keterangan Gambar : Mustafa, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sekaligus pengelola Pantai Smacly
rumahhijaurakyat.com, Balikpapan — Pantai Smacly, destinasi wisata yang terletak di kawasan Lamaru, Balikpapan Timur, terus menunjukkan geliat pengembangan. Meski dikelola secara mandiri oleh kelompok masyarakat, pantai ini menjadi salah satu pilihan wisata baru yang menarik berkat suasananya yang sejuk, hamparan pasirnya yang bersih, dan panorama pesisirnya yang alami. Kini, pengelola Pantai Smacly menargetkan sebuah pembangunan penting: sebuah jembatan yang akan difungsikan sebagai dermaga.

Keterangan gambar: Rencana dermaga yang akan dibangun
Mustafa, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sekaligus pengelola Pantai Smacly, menjelaskan bahwa pembangunan dermaga tersebut bukan hanya bertujuan menambah fasilitas wisata, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Dermaga itu dirancang untuk memfasilitasi dua kebutuhan sekaligus: sebagai dermaga bagi nelayan lokal serta dermaga praktik untuk kapal latih milik SMKN 5 Balikpapan yang lokasinya berada tepat berdampingan dengan Pantai Smacly.
“Kenapa harus dibuat dermaga? Karena kami ingin memberdayakan masyarakat sekitar. Banyak dari mereka dulunya petani, kini beralih menjadi nelayan. Dermaga akan menjadi fasilitas penunjang untuk profesi baru mereka, sekaligus menambah nilai wisata Pantai Smacky," ungkap Mustafa, ditemui, Sabtu (6/12/25).
Ia menegaskan bahwa pembangunan dermaga ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama perusahaan-perusahaan yang memiliki program CSR. Menurutnya, kolaborasi dengan sektor swasta sangat strategis untuk mendukung infrastruktur wisata dan ekonomi masyarakat.
Mustafa turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang telah membantu memberikan beton penahan abrasi pantai. Meski belum sepenuhnya memadai, bantuan tersebut dinilai penting untuk mencegah kerusakan garis pantai serta menjadi dasar pengembangan kawasan wisata.
Apresiasi juga disampaikan kepada PLN Peduli yang telah memberikan kontribusi melalui program CSR berupa perbaikan akses jalan menuju Pantai Smacly. Akses tersebut sangat membantu mobilitas wisatawan dan pelaku usaha di sekitar pantai.
Selain fokus pada pembangunan wisata, Mustafa juga menunjukkan komitmen terhadap pelestarian sejarah dan budaya di kawasan tersebut. Di area Pantai Smacly terdapat situs cagar budaya berupa makam Jepang peninggalan masa lalu. Mustafa menilai situs tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi dan seharusnya menjadi salah satu daya tarik wisata edukatif.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap perawatan makam tersebut, termasuk pembenahan akses jalan masuk menuju area makam.
'Makam Jepang ini merupakan sejarah yang harus dijaga. Kami sudah mengajukan permohonan kepada Disdikbud dan DPRD Balikpalan melalui komisi ll untuk pembangunan jalan menuju makam, tetapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut. Kami tetap berharap ada perhatian," ujarrnya
Mustafa menyampaikan harapan besar kepada Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan agar dapat memberikan dukungan lebih besar kepada Pantai Smacly. Menurutnya, pengembangan wisata yang dilakukan masyarakat secara swadaya memiliki potensi besar apabila mendapat pendampingan dan fasilitasi dari pemerintah.
'Kami ingin Pantai Smacly berkembang lebih baik lagi, baik dari sisi fasilitas, pengelolaan wisata, hingga pelestarian budaya. Dengan dukungan Disporapar, kami yakin Pantai Smacly bisa menjadi destinasi unggulan Balikpapan Timur," pungkaa Mustafa. (mn)
Tulis Komentar