SKK Migas Kalsul Perkuat Sinergi Media, Paparkan Capaian Kinerja dan Rencana Pengembangan Migas 2025

$rows[judul]

rumahhijaurakyat.com, Balikpapan — SKK Migas Perwakilan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi terus memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan coffee morning bersama awak media di Kota Balikpapan. Kegiatan coffe morning yang berlangsung di D'Cafe Ruko Bandar, Balikpapan, Jum'at (19/12/25) pagi, dihadiri jurnalis dari berbagai platform, mulai dari media cetak, televisi, hingga media daring, sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan.


Selain menjadi ajang silaturahmi, coffee morning tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum penyampaian capaian kinerja SKK Migas sepanjang tahun 2025 serta rencana strategis pengembangan sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Kepala SKK Migas Perwakilan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Ashari Idris, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada insan pers yang selama ini berperan aktif dalam menyampaikan informasi kepada publik terkait berbagai kegiatan SKK Migas. Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menjaga transparansi sekaligus membangun pemahaman masyarakat mengenai industri hulu migas.

“Keberhasilan capaian SKK Migas hingga saat ini tentu tidak lepas dari dukungan media. Rekan-rekan jurnalis telah menjadi mitra penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat, khususnya terkait aktivitas hulu migas di Kalimantan dan Sulawesi,” ujar Ashari.

Ashari menjelaskan, SKK Migas terus berupaya mempertahankan tren peningkatan produksi gas nasional, termasuk melalui optimalisasi sumur-sumur eksisting dan pengembangan wilayah kerja baru. Salah satu langkah yang dilakukan adalah survei intensif di wilayah Sulawesi untuk mengidentifikasi potensi pengeboran sumur-sumur yang masih produktif bersama para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

“Sulawesi memiliki potensi cadangan migas yang sangat menjanjikan. Saat ini kami terus melakukan kajian dan survei untuk memastikan pengembangan cadangan dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan,” jelasnya.

Selain Sulawesi, SKK Migas juga telah menyiapkan rencana pengoperasian pengeboran sumur baru pada tahun depan yang berlokasi di Teluk Balikpapan. Proyek tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan produksi migas sekaligus memperkuat kontribusi sektor hulu migas terhadap perekonomian daerah.

Dengan adanya pengembangan tersebut, Ashari menegaskan bahwa SKK Migas berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi daerah, baik melalui peningkatan pendapatan daerah, penciptaan lapangan kerja, maupun dampak ekonomi turunan lainnya yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dalam kesempatan itu, SKK Migas juga mengajak insan pers untuk turut mendukung upaya pemerintah daerah, khususnya terkait usulan Gubernur mengenai evaluasi Instruksi Presiden (Inpres) yang mengatur sektor migas. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memberikan ruang otonomi yang lebih besar kepada daerah penghasil migas, sehingga kontribusi sektor ini terhadap pembangunan daerah dapat semakin optimal.

“Kami berharap media dapat ikut mengawal dan mendukung upaya pemerintah daerah agar kebijakan yang dihasilkan nantinya benar-benar berpihak pada kepentingan daerah dan masyarakat,” tambah Ashari.

Sementara itu, Pengawas Utama Lifting SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Damar Setyawan, memaparkan capaian lifting migas sepanjang tahun 2025 yang mencapai 99 persen atau mendekati 100 persen dari target yang ditetapkan.

Menurut Damar, capaian tersebut menunjukkan bahwa produksi migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi berjalan dengan baik serta dikelola secara profesional. Hal ini tidak terlepas dari pengawasan ketat SKK Migas terhadap seluruh kegiatan produksi di berbagai wilayah kerja.

“Capaian lifting 99 persen ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, mulai dari SKK Migas, KKKS, hingga dukungan pemerintah daerah. Produksi migas kita tumbuh dengan baik dan berada dalam pengelolaan yang profesional,” kata Damar.

Ia menambahkan, hingga akhir Desember 2025 pihaknya optimistis capaian lifting dapat dipertahankan di angka tersebut, bahkan berpotensi melampaui target. Berbagai kendala teknis dan nonteknis yang sempat dihadapi sepanjang tahun, menurutnya, dapat diatasi melalui kerja sama dan kolaborasi lintas sektor.

“Dengan sinergi yang kuat antara SKK Migas, kontraktor migas, pemerintah, serta dukungan media, kami yakin target produksi migas dapat terus terjaga dan memberikan manfaat maksimal bagi negara dan daerah,” pungkasnya.(mn)

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)